h1

Qubbah ash-Shakhra Bukanlah Masjid al-Aqsha

10 Juli 2009

Mungkin masih banyak di antara kita yang belum mengetahui bahwa gambar Masjid dengan kubah emas yang tersebar di beberapa media dan dikenal dengan sebutan Masjid Al-Aqsha, tempat suci (al-Haram) ke tiga dan Kiblat pertama kali umat Islam, serta tempat Isra dan Mikraj Nabi Muhammad SAW ternyata Qubbah ash-Shakhra (The Dome of the Rock). Itulah pendapat beberapa sejarawan Timur Tengah. Sementara Masjid Al-Aqsha sendiri berada tidak jauh dari qubbha tersebut.

Qubbah ash-Shakhra dibangun pada era Bani Umayah,tepatnya pada kepemimpinan Abdul Malik bin Marwan, antara tahun 65 – 86 H atau 684 – 705 M., sebagaimana tercatat dalam bentuk kaligrafi emas yang ditulis dengan khat Kufi di dalam bangunan Qubbah di arah tenggaranya.

Qubbah ash-Shakhra dibangun secara konsorsium oleh tiga bangsa dunia, Arab, Romawi dan Turki dengan arahan dua insinyur terkenal, Raja bin Hayah al-Kindi (salah seorang ilmuwan Chechnya) dan Yazid bin Salam (ilmuwan Al-Quds). Design bangunan ini terkenal dengan banyaknya tiang yang membentuk segi delapan. Sementara Qubbah yang berada di atasnya melambangkan arsitektur sempurna dan salah satu cirri kebudayaan Islam.

Hiasan dan ukiran yang ada di Qubbah ash-Shakhra menarik perhatian para peneliti atau siapa saja yang menyaksikan keindahan bangunan ini. Yang menggabungkan unsur-unsur arsitektur dan keindahan. Qubbah ash-Shakhra bahkan menjadi salah satu lambang arsitektur islami. Bangunan ini terdiri dari tiga unsur utama yaitu, Qubbah yang menutupi tanah bangunan berpasir. Dua ruangan, dalam dan luar yang dikelilingi bangunan Qubbah serta bantuk bangunan dalam yang terdiri dari delapan segi.

Adapun Qubbah yang berada di dalamnya berdiri di atas empat tiang. Masing masing setinggi tiga meter. Sementara 12 tiang lainya mengelilingi bangunan tersebut dihiasi batu permata. Tiang-tiang itu tersusun rapi. Diantara dua tiang ada tiga penyangga batu hiasan.

Qubbah ash-Shakhra terdiri dari dua tingkat yang terbuat dari kayu dan bagian luarnya juga bertopang pada pondasi kayu yang mengangkat Qubbah ash-Shakhra di bagian luarnya. Di bagian dalam, Qubbah Sakhra dihiasi relief emas. Adapun di bagian luarnya dipercantik dengan tulisan berbahan tembaga yang berwarna keemasan. Di sekeliling bangunan ini terdapat 10 jendela sebagai tempat masuknya sinar matahari dan ventilasi udara. taq/berbagai sumber20090220141617

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: